loading...

loading...

Kebahagiaanku yang Nyata 3

Kebahagiaanku yang Nyata 3 -
loading...

“Welkom tu mobail lejen.”

“Faif seken tu thi enemi rich the betelfild, smes dem”

Tiiin tiin…

“Dek bukain gerbangnya.” Sayup-sayup terdengar suara kakakku yang baru datang diluar gerbang, menungguku untuk dibukakan gerbang.

“Astagaaaa baru juga ini masuk map, udah keganggu aja sama si makhluk cantik itu, bodo amat dah ini udah nanggung, biar nunggu diluar dulu aja dah dia.” Aku bermain sambil menggerutu karena merasa terganggu dengan kedatangannya yang tidak tepat momennya.

Tiiin tiin tiiin… semakin menjadi aja kakakku mengklakson mobilnya agar aku cepat keluar, tapi aku tetap fokus kepada game ku kali ini karena ini pertarungan hidup mati untuk mempertahankan rank ku.

“Deeeek kamu ngapain sih didalem kok gak dibukain pintu sih kakakmu ini!” Teriaknya dengan nada kesal.

“Arsyaaaah kemana sih kamu, kakak tau kamu ada didalem, cepet bukain gerbangnya!”

Jeglek.. akhirnya terdengar suara pintu mobil ditutup, namun tak lama kemudian….

Tung ting tung ting tung, yaaelaaaahhhhh siaal kok malah ditelpon sih sama kak siska. Ini adalah pertanda aku harus membukakan gerbangnya, jika tidak bisa-bisa dia marah beneran kali ini.

“Hmmmm ada ap- …”

“Ehhh dek cepet bukain pintunya gak, kalo gak dibukain kakak gak bakalan bikinin kamu makan malam!”

Belum selesai kujawab, kak siska udah keburu nyerocos aja dengan bawelnya. Tak mau diceramahi lebih panjang, langsung saja ku buka gerbang depan rumahku. Yap benar saja kak siska mengomeliku dari dalam kemudi nya

“Adek, kamu ini kalo dipanggilin nyaut dong, kesel nih kena macet tadi dan bla.. bla.. bla..” masih banyak lagi kebawelannya, namun aku hanya mengiyakan dan pergi ke dalam rumah.

Kak siska masuk kedalam rumah, terlihat sekali dari raut wajahnya yang nampak capek. Tapi aku yang duduk di sofa ini hanya bisa menahan ludah saja, yang kulihat saat ini dia sangat cantik dan menawan menggunakan kemeja nya yang dipakai untuk kerja, ditambah lagi rok nya yang ketat hingga menampakkan lekuk pinggulnya. And damnnnn, tepat di dadanya aku sangat terfokus sekali. Bagaimana tidak,kulihat kedua kancing itu tak mampu untuk menutupi kedua bukit kembar kak siska yang besar itu, seakan-akan mereka meronta ronta meminta dibebaskan. Ditambah lagi kacamata berlensa normal itu mampu menambah keseksian kakakku, ohh tuhan inikah arti dari nikmat mana lagi yang engkau dustakan. Sungguh kalau aku dibolehkan, aku bakalan onani didepan kakakku, memuntahkan spermaku ke baju dan roknya, sungguh keinginan yang sangat menarik untuk direalisasikan. Kapan ya aku bisa memejui kakakku ini? membayangkannya saja adikku ini sudah menggeliat dibawah sana. Ohh kakak kenapa engkau sangat indah dan cantik sekali.

“Dek, kakak kasih tau ya…” Lamunan kemesumanku pada tubuhnya pun dibuyarkan oleh kak siska.

“Capek tau gak sih dek pantat sama kaki kakak daritadi nyupir kena macet, rasanya pegel banget, ehh di rumah sekarang kamunya malah bikin tambah capek aja.”

“Hehehe maaf ya kak, aku ketiduran tadi.” Ucapku berbohong kepadanya agar aku tak kena kebawelannya lebih lanjut, bisa-bisa pecah telingaku kalo kakakku ini ngomelin aku terus.

“Ohh tidur rupanya, kirain kamu ngebohongin kakak ga bukain pintu gara-gara lagi maen.”

“Ihh ya nggak lah kak, ga pernah dah aku ngebohongin kakak.”

“Yaudah deh kalau gitu dek, kakak mau ganti pakaian dulu, gerah kalo pake baju ini terus.”Ujarnya kepadaku, dan dia pun melenggang pergi ke kamarnya berjalan perlahan bak model yang berjalan di catwalk, aku hanya bisa memandanginya saja.

“Ahh kak siskaaa, kenapa kamu bisa seksi sekali, mama dulu gimana cara bikinnya biar jadi kaya gini yak?” Batinku dalam hati menanyakan misteri cara memproduksi seorang wanita yang sempurna seperti kak siska.

Matahari pun sudah berganti rembulan, tak lupa aku mandi sore agar tubuh ini tetep segar dan kuat jika disuruh kak siska untuk memuaskannya, ehhhh salah, maksudku agar kuat menghadapi panasnya ibukota. Di kamar, aku mengumpulkan baju dan seragamku yang kotor terkena jackpot siang ini di sekolah, sesuai janji ku tadi sore, aku harus mencuci seragamku malam ini.

“Detergen udah, softener udah, ember udah, sip dah waktunya untuk mengucek-ngucek baju.” Ujarku sambil masuk ke kamar mandi dan melakukan pemanasan sebelum mengucek-ngucek baju ku, tak perlu kututup pintu kamar mandi agar kakakku tau kalau adiknya ini terlihat mandiri dengan mencuci baju sendiri.

“Ehh adek, kok tumben rajin amat dah malem-malem gini nyuci baju.” Ucapnya kepadaku, disela-sela mencuci, kakakku tiba-tiba berjalan ke dapur yang otomatis melewati kamar mandi, ohhh shit dia sekarang hanya pakai tanktop dan celana pendek favoritnya ketika ia dirumah.

“Iya dong , kan aku emang aku rajin kak, ini nih aku lagi nyuci seragamku yang kotor.”

“Lah kok kotor dek? Kan kemaren kakak udah nyuciin tuh seragammu sampai bersih.” Tanya kakakku dengan kecurigaan

“Ehhh iya ini kena tendangan bola yang basah tadi kak pas waktu aku main sepak bola hehehe” ucapku berbohong kepadanya agar ia tak tau apa yang sebenarnya terjadi di sekolah, jika ia tau kebodohanku tadi bakal dihabisi pula aku sekarang olehnya.

“Ohh karena bola ya ternyata, eh dek sebentar ya tunggu dulu…” Ucap kakakku dengan memberikan isyarat untuk berhenti dan ia kini pergi ke kamarnya entah sedang apa. Aku hanya terdiam sekarang, dibuatnya bertanya-tanya apa yang akan kak siska lakukan sekarang. Kak siska kembali ke depan kamar mandi, sambil menyodorkan sesuatu dan aku sangat kaget dengan barang itu.

“Dek, nitip ini dong, ditaruh di ember aja ya, jangan dicuciin, biar kakak aja yang nyuci besok pagi, tar kalo kamu yang nyuci bisa rusak ini.”

“Ohh iya kak, si.. siap.” Ucapku sambil meraihnya, tak tau aku harus berbicara apa kali ini, karena kak siska memberikan dalamannya, ya dalamannya. Kini kubawa sebuah celana dalam krem dan bh berenda krem kakakku, pasrah saja aku disuruhnya dan langsung kutaruh di ember sebelahku.

“Makasih ya dek, dah lanjutin sana nyuci nya, kakak mau masakin buat makan malam, kamu mau nya makan apa dek?”

“Tumis tempe sama omelet aja deh kak yang simpel.”

“Oke siap dek, ditunggu ya kakak bakal bikin yang enak buat kamu.” Ucapnya sambil mengerlingkan matanya kepadaku, tak kuat aku melihatnya lama-lama, takut khilaf hahahaha.

Kak siska kini meninggalkanku berjalan menuju dapur dan terdengar suara orang memotong-motong pertanda kak siska sedang memasak makan malam. Aku pun melanjutkan kegiatan mencuci ku berharap ini cepat selesai dan aku bisa makan malam, namun ada sesuatu yang cukup menggangguku. Ya benar, dalaman kak siska ini bikin aku tidak fokus mencuci. Sebisa mungkin aku tetap mencuci, tapi tetap saja aku tidak fokus dan mencuri-curi pandang kearah dalaman kak siska yang terlihat pasrah tergeletak di ember. Rasa penasaran ku perlahan-lahan memuncak, ingin sekali aku menciuminya,sekedar ingin tau seperti apa aroma tubuh dari kak siska yang menempel di bh dan celana dalamnya. Aku bimbang antara ingin menciuminya atau tidak melakukannya karena takut sewaktu-waktu kak siska berjalan melewati kamar mandi. Berpikir keras aku bagaimana caranya agar tidak ketahuan oleh kakakku.

Memang sialan rayuan nafsu ini, akhirnya aku memiliki ide untuk memuaskan rasa penasaranku. Diam-diam aku melihat kakakku yang ada di dapur, memastikannya kalau ia masih lama memasakknya. Benar saja, ternyata masih lama sesuai perkiraanku, karena kini ia masih proses potong-memotong. Segera saja aku masuk ke kamar mandi lagi, dan menutup pintunya, menghidupkan kran air, sudah kebiasaanku kalau kran air dihidupkan tandanya aku lagi BAB. Namun kali ini berbeda BAB nya berbeda, karena sekarang ini aku langsung menciumi celana dalam kakakku tepat di bagian vaginanya.

“Astagaaa, harum sekali celanamu kakkkk.” Ucapku sambil terus menciuminya, kuhirup kuat-kuat aroma dari bagian sensitif kewanitaannya itu, sungguh wangi sekali aroma itu. “Kak, arsyah gak kuat nahan nih, boleh ya arsyah ngeluarin peju di celana dalam kakak.” Racau ku sambil mengeluarkan adikku yang sudah berdiri tegak siap untuk berperang. Perlahan kukocok-kocok naik turun sambil ku tutupkan celana dalam kakakku ini di seluruh batang adikku ini, sejenak aku melupakan mangsa yang satunya. “Ahh sial kelupaan kalo ini juga dipakai kakakku tadi.” Aku mengambil bh kakakku, dan kubaca tulisannya 36B, wah pantes aja gede. Tak luput dari hidungku, kuciumi juga setiap inci dari bh kakakku ini. Aku tergila-gila sekali dengan bh ini, kuciumi area yang kuprediksi tempat puting kak siska, yap diujung cup bh bagian dalam itu aku menghirup aromanya dengan sangat kuat. Aromanya membuatku semakin tak dapat mengendalikan lagi nafsuku. Bh kakakku memiliki bau keringat dari tubuhnya, meskipun keringat namun ia tidak kecut sama sekali, malahan ini wangi, wangi dari payudaranya. Celana dalamnya kupasang dan kupakai onani di adikku, sementar bh nya kututupkan dihidungku untuk agar dapat kurasakan wangi payaudara kak siska. Sejenak aku terbang tinggi dalam balutan nafsu ku kepada kak siska adn melupakan statusnya sebagai kakak kandungku, yang ada dipikiranku saat ini adalah aku harus puas!

“Ahhh kak wangi banget sih ini, arsyah kan jadi ngaceng berat kak.”

Clokkk… clokkk… clokkk… begitulah suara yang kutimbulkan akibat nafsuku sendiri kepada kak siska, beberapa saat kemudian rasa yang kutunggu-tunggu itu pun muncul. Ya, sebuah rasa ingin memuntah kan isi kantung ku.

“Kak aku keluarin di celana dalam kakak yaa, arsyah sudah gak kuat lagi ini.” Racau ku menahan rasa enak yang tak dapat lagi kubendung.

“Iya dek keluarin aja semua nya disitu, kakak bakal nyuciin kok kalo kena peju mu hihihihi.” Bagaimana jadinya jika kak siska berkata seperti itu saat ini, ahhh membayangkannya saja sudah membuatku tidak kuat untuk mengeluarkan calon-calon penerusku.

Kuhirup kuat-kuat bh kak siska dan….

“Ahhh siskaaa terima iniii”

Croott… Croott… Crott…

Entah berapa kali aku terhenyak memancarkan aliran spermaku. Sungguh luar biasa jumlahnya, tak pernah aku beronani dengan seenak ini. Celana dalam kak siska sampai basah kuyup dibagian vagina nya. Aku yang ngos-ngosan hanya bisa tersenyum bahagia menyaksikannya, senang sekali rasanya bisa menumpahkannya di celana dalam kakakku sendiri.

“Fiuhhhh, nikmat sekali, terima kasih ya kak, arsyah udah dikasih kenikmatan ini, besok-besok arsyah akan rajin mencoret-coret celana dalam kakak dengan peju arsyah.” Ucapku bahagia karena mendapat bahan baru yang sangat berkualitas daripada apa yang diperlihatkan artis kesayanganku si MILF Eva Notty.

Puas dengan apa yang kulakukan dengan dalaman kak siska, akupun meletakkannya kembali kedalam ember. Namun aku baru tersadar, kalau celana dalam ini pasti tidak akan kering cepat dan kak siska tadi berniat untuk mencuci nya besok. Bisa gawat nih kalau kakak menemukan celana dalamnya basah dan lengket karena ulahku ini.

“Naaahhhh aku punya ide nih….” Aku seperti mendapat sebuah pencerahan, kali ini mataku tertuju pada bh kakak. Kuambil celana dalam yang penuh belepotan spermaku itu, lalu ku tempelkan pada kedua cup bh kakak.

“Nah kalo begini kan bisa kering cepet nih, sekalian juga biar adil, masa Cuma cd nya aja yang kena peju ku, bh nya juga dong hahahahaha” Batinku dalam hati dengan kegirangan. Kuletakkan kembali bh dan cd kak siska, dan berharap agar besok cepat kering waktu kakak mencuci. Besok pagi ketika mencuci tangan kak siska yang putih dan halus itu bakal megang cd dan bh yang udah aku pejuin, semoga saja dia juga menghirup aroma dari spermaku ini. Membayangkan kejadian besok pagi membuantuk tinggi lagi, namun aku segera menepisnya. Kegiatan mencuci dan BAB bohonganku pun telah usai, kini saatnya menjemur.

Capek juga ternyata nyuci pakai tangan, sekarang waktunya makan malam dan aku harus mengecek kak siska udah selesai masak apa belum, tapi mencium bau ini sepertinya bentar lagi udah selesai nih, cek aja lah ke dapur.

“Kak udah selesai apa belum nih masaknya? Laper nih aku kak.”

“Udah dek, sesuai permintaanmu tadi ya tumis tempe sama omelet, bentar ya kakak pindahin ke piring dulu, kamu tungguin aja ya di meja makan.” Ucapnya sambil mengambil piring dan membawanya ke meja makan.

“Uhhhh baunya enak nih kak, udah gak sabar aku mau makan buatannya kakak.” Aku langsung mengambil nasi dan masakan kakak dan langsung akan menyantapnya, namun kakak menghentikanku.

“Adek tunggu dulu, berdoa dulu, jangan asal makan kamu!”

“Ehh iya lupa kak, udah kelaperan sih hehehehe”

loading...

Kami berdua akhirnya makan dengan nikmat malam itu, memang tangan handal kakak ini mampu menciptakan masakan yang rasanya hampir sama dengan masakan mama. Entah kapan kakakku ini belajar dari mama tentang cara memasak yang enak.

“Ahhh kak enak sekali ini, lain kali masakin Arsyah lagi ya, bakal betah nih makan dirumah kalo kakak yang masakin.”

“Siapa dulu dong yang masak, kak siska gitu loh jago sekarang masak nya.” Ucap nya sambil menunjuk-nujuk dadanya.

“Iyaaa kakakku yang cantik, percaya deh kalo sekarang udah jago masaknya.” Jawabku sambil melenggang pergi dengan membawa piring kotorku.

loading...

“Ehh dek taruh aja ya piringmu di wastafel, nanti kakak aja yang nyuci piringnya sekalian sama ini semua.”

“Makasih ya kak, baik banget deh kakakku yang satu ini, cantik pula hehehehe.” Setelah menaruh piring, aku langsung ke meja belajarku mengerjakan tugas dari Bu Nita tadi. Aku mengerjakan sekarang agar besok-besok tidak ada beban. Memang prinsipku adalah untuk tidak menunda-nunda sebuah pekerjan agar tidak menumpuk dikemudian hari. Ditengah-tengah aku mengerjakan, kakakku ternyata menelpon mama. Samar-samar aku menguping, sepertinya kakakku menanyakan kapan mama akan pulang. Kalau mama pulang, wah semakin betah aja aku mengurung di rumah ini. Karena penasaran aku menanyakannya kepada kakak.

“Kapan kak mama pulang? Udah kangen nih aku.”

“Tadi sih mama bilangnya pulang hari jumat malam dek dan kita disuruh jemput di bandara nanti, kamu mau kan nemenin kakak dek?”

“Oke siap, aku bakalan kosongin jadwal keluar untuk hari jumat kak.” Ucapku kegirangan mendengar apa yang kak siska beritahukan.

“Udah ya dek, kakak mau istirahat dulu, capek seharian ini, kalau kamu mau maen ke kamar kakak masuk aja ya, nggak kakak kunci kok hihihihi.”

Waduh, apakah ini sebuah ajakan untuk nakalin kakak nih, bimbang aku dibuatnnya memikirkan kata-kata yang meluncur dari mulut manisnya itu. Eh tapi jangan dah untuk malam ini, kak siska kelihatan capek banget, biarkan dia beristirahat malam ini.

“Ehh iyadeh kalo gitu, Arsyah juga mau ngerjain tugas terus tidur kak, gampang dah kalo masalah nanti ke kamar kakak hehehehe.” Tawaku yang penuh dengan kemesuman.

“Selamat malam kakak.”

“Selamat malam juga adek.”

loading...
www.sedarahceritasex.com